Another Source

Total Tayangan Halaman

Join The Community

Premium WordPress Themes

Kamis, 25 Agustus 2011

-=< GHAZWUL FIKRI (INVASI PEMIKIRAN) >=-


 -=< GHAZWUL FIKRI (INVASI PEMIKIRAN) >=-
by. Abul Bukhari Ibnoe Abbas, M.Hum.
                       
Pengantar:
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka mampu. Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Qs. Al Baqarah: 217)   

I.                    Definisi

Merupakan invasi pemikiran yang dilakukan secara terencana dan terprogram rapi, yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, yakni: Yahudi, Nasrani, dan imperialis terhadap kaum muslimin.

II.                Pelaku-pelaku - Qs. 2:120

i.        Yahudi
ii.     Nasrani – Misionaris
iii.   Imperialis – Orientalis

III.             Latar Belakang Historis

I.        Perang Salib
-         terdiri dari 8 gelombang (11-13 H)
-         Kekalahan musuh Islam pada perang ini menyebabkan diubah menjadi Ghazwul Fikri.
II.     Kebangkitan Eropa
-         Th. 500-1500 : Islam berkembang dan sangat maju – Eropa sangat terbelakang (zaman kegelapan)
-         Th. 1500-2000 : Eropa maju/bangkit (Revolusi Industri)
  1. Lois IX Panglima Perang Salib VII dikalahkan di Al-Manshurah, mengatakan:
“Setelah melalui perjalanan  panjang, segalanya telah menjadi jelas bagi kita bahwa kehancuran kaum muslimin dengan jalan peperangan adalah sesuatu yang mustahil, karena mereka memiliki manhaj yang jelas dan tegak di atas konsep jihad fii sabiilillaah. Dengan manhaj ini mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan militer. Karena itu, Barat harus menempuh jalan lain (bukan jalan militer) yaitu jalan ideologi dengan mencabut simpul manhaj ini dan mengosongkannya dari kekuatan, kemarahan, dan keberanian. Caranya tidak lain, yaitu dengan menghancurkan konsep-konsep dasar Islam dengan berbagai ta’wil dan tasykik di tengah-tengah umat.”
  1. William Ewart Gladstone (1809-1898) – Perdana Menteri Inggris, tokoh pendiri koloni Inggris di Timur Tengah:
Selama Kitab ini (Al Qur’an)  masih berada di bumi, Eropa tidak akan sanggup menguasai wilayah Timur, bahkan Eropa sendiri tidak akan tenteram.
  1. Samuel Marinus Zwemer (supervisor dan penanggungjawab Kristenisasi/ Misionaris Amerika):
“Tujuan kita bukan meng-Kristenkan umat Islam, ini tidak akan sanggup kita laksanakan. Tetapi target kita adalah menjauhkan kaum muslimin dari Islam. Ini yang harus kita capai, walaupun mereka tidak bergabung dengan kita.” 

IV.             Tujuan

i.        Mengubah akal/pandangan Islami.
ii.     Mengubah perilaku Islami.
iii.   Mengubah gaya hidup muslim.
ide – yakin – kehendak – tingkah laku – tindakan.
V.                Target dan Sarana Ghazwul Fikri:
i.        Mencegah ruh Islam menyebar ke pelosok dunia. Sarana untuk membendung Islam:
                                                            a.      Menyebarkan berbagai kebohongan tentang syari’at Islam.
Dalil :     
1.      Qs. An-Nisa’: 166
2.      Qs. Al-Maidah: 68
3.      Qs. Az-Zukhruf: 31
                                                            b.      Mengangkat segi-segi kelemahan yang ada di berbagai negara Islam dan membebankannya kepada Islam.
                                                             c.      Memberikan gambaran bahwa Islam agama kekerasan dan pertumpahan darah.
                                                           d.      Menampilkan berbagai keistimewaan Islam sebagai kelemahannya.
Dalil:
1.      Qs. An-Nisa’: 3
2.      Qs. An-Nisa’ : 129
                                                            e.      Menuduh Islam merusak daya cipta dan kecerdasan pengikutnya.
ii.     Menghancurkan Islam dari dalam. Konsentrasi penghancuran:
                                                            a.      Al-Qur’an dan As-sunnah sebagai dasar manhaj Islam dalam membina masyarakat.
                                                            b.      Bahasa Arab sebagai bahasa dien dan ilmu.
                                                             c.      Sirah Rasul.
                                                           d.      Kebudayaan Islam.
                                                            e.      Sastra Arab.
                                                              f.      Warisan Islam.
                                                            g.      Sejarah Islam.
Keuntungan para agresor dengan Ghazwul Fikri:
1.      Sasaran sering lengah dan tanpa persiapan, bahkan kebanyakan mereka tanpa sadar telah terjerumus ke dalam perangkap musuh.
2.      Para penyerang (agresor) dapat terhindar dari berbagai akibat  pergulatan fisik.
3.      Mereka bisa mendapatkan  agen dan pendukung setia dari kalangan mereka yang diserang.
4.      Melancarkan Ghazwul Fikri relatif gampang, sementara hasilnya sangat memuaskan ketimbang invasi militer.
5.      Sarana invasi militer mengerikan dan menakutkan, serta akibatnya juga sangat buruk: pertumpahan darah, korban jiwa, dan kerusakan materi.
6.      Biasanya para pelaku Ghazwul Fikri tidak muncul terang-terangan, mereka bersembunyi di belakang agen-agen yang berasal dari penduduk asli yang sedang diserang.
7.      Dengan berkembangnya peradaban modern, muncullah berbagai ide keji di segala segi.

VI.             Berbagai Media Ghazwul Fikri

i.        Menyebarkan perbedaan pendapat tentang aqidah di kalangan umat Islam. Qs. Al-An’am: 123
ii.     Merusak kesucian aqidah Islamiah dan membenamkammya ke dalam lubuk keraguan. Qs. An-Nisa: 127
iii.   Menciptakan kefanatikan baru sebagai ganti dari kefanatikan jahiliyah.
iv.   Menyuguhkan berbagai teori dan ide yang berlawanan dengan Islam.
                                                            a.      Teori Evolusi - Teori Darwinisme.
                                                            b.      Teori Marxisme - Interpretasi Materialistik Sejarah.
                                                             c.      Teori Malthus – Teori kependudukan.
                                                           d.      Teori Sigmun Freud, dll.
v.      Membantu dan membentuk berbagai pergerakan yang menentang Islam.
                                                            a.      Qadiyaniah
Gerakan ini muncul 1900 M yang dibidani oleh penjajah Inggris di benua India dengan tujuan merusak dan menjatuhkan umat Islam dari segi ajarannya sendiri, khususnya dari segi jihad, sehingga mereka tidak menghadapi penjajah dengan mengatasnamakan Islam. Pendirinya Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani (1839-1908)
                                                            b.      Bahaiah
Gerakan ini didirikan oleh Maraz Ali Muhammad Al-Syairazi (1819-1849), Muncul pada tahun 1844 M dibawah asuhan Rusia, Yahudi Internasional, dan Kolonialis Inggris; dengan sasaran utamanya penghancuran aqidah Islamiyah, memecah belah umat, dan memalingkan umat Islam dari persoalan-persoalan mendasar.
vi.   Menghalalkan riba.
vii. Merusak nilai-nilai dan mencanangkan kebebasan.
viii.                      Menentang maksud Al Qur’an.
Dalil:
1.      Qs. Al Baqarah: 79
2.      Qs. An-Nisa’: 46
3.      Qs. An-Nisa’:157-158.
ix.    Kerjasama total dengan zionis - Gerakan Freemasonry dan Rotary Club.
                                                            a.      Menggoyahkan keyakinan terhadap berbagai agama dengan menggunakan slogan “kebebasan beragama.’
                                                            b.      Bertujuan untuk membentuk pemerintahan yang tak kenal Tuhan.

VII.          Inti dari Langkah-Langkah Ghazwul Fikri

i.        Tasykik (menimbulkan keraguan)

-         Menciptakan opini-opini yang menggiring umat Islam ragu terhadap agamanya, seperti: membuat polemik tentang ada tidaknya konsep negara Islam, meragukan kedudukan sunnah Rasul saw, menuduh hukum waris dan zakat tidak adil dan eksklusif, dsb.

ii.     Tasywih (pengaburan, menjelek-jelekkan serta memperolok-olokkan Islam)

-         Menimbulkan kesan bahwa syari’at Islam itu sadis, kejam, diskriminatif, dan tidak manusiawi, dengan ber-Qur’an akan ketinggalan jaman, ajaran Rasulullah saw tidak relevan lagi, jilbab adalah budaya Arab.

 Dalil:

1.      Qs. Luqman: 31

2.      Qs. An Nur: 48-50

3.      Qs. Al Fath: 06

iii.   Tadzib (pelarutan nilai, panetrasi budaya) 

-         Usaha memasukkan nilai-nilai jahiliyah ke dalam ajaran Islam, mis: lahir istilah “pacaran Islami”

 Dalil: Qs. Al Baqarah: 42

iv.   Taghrib (pembaratan)

-         Setiap tingkah laku, gaya bicara, model pergaulan adalah imitasi dari Barat.

VIII.       Konspirasi Pemikiran

i.        Pemahaman yang mendalam tentang manusia.
ii.     Memperalat titik lemah.
iii.   Menggunakan personal harta benda.
iv.   Peranan media massa, khususnya media cetak.
v.      Membuat jalan pintas untuk mencapai target.

IX.              Ghazwul Fikri di Segala Segi

i.        Menimbulkan keraguan tentang efisiensi berbagai prinsip.
ii.     Merusak kultur Qur’an.
iii.   Merusak keluarga.
iv.   Merusak kurikulum pendidikan.

X.                 Beberapa Catatan

i.        Peranan Orientalisme dan Kristenisasi dalam Ghazwul Fikri:
                                                            a.      Men-tahkik buku-buku warisan Islam dan menerbitkannya.
                                                            b.      Mempelajari bahasa-bahasa daerah di berbagai negara – proyek besar-besaran penerjemahan Injil ke seluruh bahasa dunia.
                                                             c.      Mempelajari berbagai faktor sosial, ekonomi, dan kejiwaan yang mempengaruhi perilaku suatu bangsa.
                                                           d.      Mempelajari berbagai sekte dan aliran kepercayaan di suatu negara, baik yang moderat maupun yang ekstrim.
                                                            e.      Meneliti berbagai peninggalan kuno di berbagai negara.
ii.     Pencegahan Ghazwul Fikri:
                                                            a.      Meninjau kembali kurikulum pendidikan di berbagai negara Islam, sehingga kita dapat menutup semua jendela yang dilalui oleh “angin jahat.”
                                                            b.      Menyebarluaskan berbagai prinsip dan ajaran Islam ke tengah masyarakat.
                                                             c.      Mendirikan berbagai instansi untuk memboikot berbagai komoditas musuh.
                                                           d.      Membuat strategi penerangan Islam yang dapat memberikan pengarahan yang benar dan melindungi otak dari “obat penenang” dan racun yang disiarkan oleh musuh.
                                                            e.      Memiliki kantor berita sendiri yang dikelolah oleh tenaga profesional yang ikhlash, mengerti persoalan dan mampu menungkapkan bahaya yang tersembunyi dalam berbagai berita yang disiarkan musuh.
                                                              f.      Menggerakkan berbagai potensi sastra dan mengarahkannya untuk menggali warisan dan sejarah peradaban Islam.
                                                            g.      Menggalang persatuan umat Islam agar tercapai swa-sembada di segala segi.
                                                            h.      Menyatukan derap langkah para penulis Muslim dan semua lembaga yang bergerak di  bidang da’wah, di samping mengadakan pertemuan rutin antar mereka untuk mengamati gerakan Ghazwul Fikri dan mengambil langkah yang perlu untuk menghadapinya.

Daftar Rujukan:
-         Anwar Jundi, Hakikat Ghazwul Fikri Terhadap Islam, Jakarta: Pustaka Tadabbur, 1990.
-          Abdullah Shabur Marzuq, Ghazwul Fikri (Invasi Pemikiran), Jakarta: Esya, 1991.
-          Muhammad Fahim Amin, Rahasia Gerakan Freemasonry dan Rotary Club, Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 1992.
-          LPP WAMY, Gerakan Keagamaan dan Pemikiran (Akar Ideologis dan Penyebarannya) jilid 1 dan 2, Jakarta: Al Islahy Press, 1993 dan 1995.


0 komentar:

Posting Komentar